PENDAMPINGAN PENINGKATAN DESAIN KEMASAN DAN UJI KOMPOSISI PADA PRODUK OLAHAN IKAN LELE POKLAKSAR UMMI MANDIRI, KABUPATEN BANYUMAS

Published in Volume 15 (in press), Number 1 (2026)

Authors

Mahardhika Nur Permatasari mahardhika.nur@unsoed.ac.id
Yohanes Harvinda yohanes.harvinda@unosed.ac.id
Lilik Setiyaningsih lilik.setiyaningsih@unsoed.ac.id

Journal Information

Journal Name Prosiding Seminar Nasional LPPM UNSOED
Initials semnas-lppm
ISSN 2985-9042
E-ISSN 2985-9042

Issue Information

Volume 15 (in press)
Number 1
Year 2026

Article Details

Submitted on: October 5, 2025

Abstract

Pelaku UMKM olahan ikan di Desa Panembangan menghadapi kendala pada aspek kemasan dan pelabelan, yang menghambat akses produk ke pasar ritel modern serta platform pemasaran digital. Poklaksar Ummi Mandiri memanfaatkan limbah tulang ikan lele menjadi kerupuk tulang ikan, namun kemasan sebelumnya berupa plastik bening dengan informasi terbatas yang menurunkan daya saing produk. Program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan mutu kemasan, menyusun panel informasi gizi berdasarkan hasil uji laboratorium, dan memperkuat strategi pemasaran. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan persepsi konsumen terhadap kualitas produk, memperjelas informasi pada label, dan memperluas penerimaan pasar. Fokus kegiatan meliputi peningkatan desain dan fungsi kemasan sesuai standar ritel, serta penyediaan label gizi yang akurat guna mendukung transparansi dan penetrasi pasar. Metode yang diterapkan mencakup analisis kebutuhan, lokakarya desain kemasan, uji proksimat untuk komposisi gizi, penyusunan panel gizi per 100 gram, pelatihan penggunaan barcode/GTIN dan promosi digital, serta kegiatan monitoring dan evaluasi melalui survei pra–pasca dan uji pasar A/B shelf test sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan kemasan baru berupa standing pouch berbahan paper metalize meningkatkan skor pada enam aspek utama, yaitu visual, warna, tipografi, pelabelan, keunikan, dan fungsionalitas. Selain itu, telah dihasilkan panel gizi dan desain kemasan baru yang siap memenuhi standar ritel. Uji harga merekomendasikan penyesuaian dari Rp11.800 menjadi Rp14.000–Rp15.000 per 100 gram, sejalan dengan peningkatan nilai tambah dari kemasan dan informasi gizi. Secara keseluruhan, perbaikan kemasan, penyusunan label gizi, dan optimalisasi pemasaran berhasil mencapai tujuan program serta memperkuat daya saing produk. Model pelatihan dan pendampingan yang diterapkan berpotensi direplikasi sebagai praktik baik bagi Poklaksar lain.

Keywords

kemasan label gizi pemasaran digital UMKM olahan ikan daya saing produk