STRETEGI PENGEMBANGAN KELOMPOK USAHA DURIAN DI KEMERANJEN KABUPATEN BANYUMAS

Published in Volume 15 (in press), Number 1 (2026)

Authors

Lin Nofrianto lin.nofrianto@mhs.unsoed.ac.id
Adhi Iman Sulaiman adhi.sulaiman@unsoed.ac.id
Novie Andri Setianto novie.setianto@unsoed.ac.id
Irene Kartika Eka Wijayanti irene.wijayanti@unsoed.ac.id
Budi Dharmawan budi.dharmawan@unsoed.ac.id

Journal Information

Journal Name Prosiding Seminar Nasional LPPM UNSOED
Initials semnas-lppm
ISSN 2985-9042
E-ISSN 2985-9042

Issue Information

Volume 15 (in press)
Number 1
Year 2026

Article Details

Submitted on: October 13, 2025

Abstract

Kabupaten Banyumas, khususnya Kecamatan Kemranjen, merupakan sentra produksi durian dengan kualitas baik dan potensi ekonomi yang signifikan. Durian tidak hanya berfungsi sebagai komoditas unggulan, tetapi juga sebagai identitas lokal yang mampu memperkuat daya saing wilayah. Meski demikian, pengelolaan potensi tersebut belum optimal akibat lemahnya kelembagaan kelompok usaha, keterbatasan akses pasar, serta rendahnya kapasitas manajerial petani dan pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan kelompok usaha durian berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan daya saing, keberlanjutan usaha, serta kesejahteraan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian meliputi dua kelompok utama, yaitu kelompok usaha kecil yang bergerak dalam pengolahan produk turunan durian (dodol, es krim, dan olahan pangan lainnya), serta kelompok petani durian sebagai penyedia bahan baku. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usaha durian memiliki keunggulan komparatif berupa kualitas buah, keragaman varietas lokal, dan inisiatif masyarakat dalam diversifikasi produk. Kelompok usaha kecil memberikan nilai tambah ekonomi, sementara petani berperan menjaga kontinuitas pasokan dan mutu buah. Namun, hambatan masih ditemukan pada aspek akses permodalan, jaringan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, serta koordinasi antarkelompok yang belum efektif sehingga rantai pasok kurang efisien. Oleh karena itu, strategi pengembangan perlu diarahkan pada penguatan kelembagaan, peningkatan keterampilan manajerial, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi antara petani dan kelompok usaha kecil. Dukungan pemerintah daerah dan lembaga terkait melalui pelatihan serta pendampingan usaha menjadi faktor kunci untuk mewujudkan daya saing berkelanjutan dan memperkuat posisi Banyumas sebagai sentra durian unggulan.

Keywords

Durian Petani Strategi Pengembangan Teknologi Digital Usaha Kecil