PELATIHAN MANAJEMEN HIPERTENSI KELOMPOK TANI DESA TAMBAKSARI KIDUL
Published in Volume 15 (in press), Number 1
(2026)
Authors
Nendyah Roestijawati
nendyah.roestijawati@unsoed.ac.id
Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat
muhammad.hidayat@unsoed.ac.id
Lily Kusumasita Burkon
lily.burkon@unsoed.ac.id
Indah Rahmawati
indah.rahmawati@unsoed.ac.id
Agung Saprasetya Dwi Laksana
agung.laksana@unsoed.ac.id
Journal Information
| Journal Name | Prosiding Seminar Nasional LPPM UNSOED |
| Initials | semnas-lppm |
| ISSN | 2985-9042 |
| E-ISSN | 2985-9042 |
Issue Information
| Volume | 15 (in press) |
| Number | 1 |
| Year | 2026 |
Article Details
Submitted on: October 16, 2025
Abstract
PELATIHAN MANAJEMEN HIPERTENSI KELOMPOK TANI DESA TAMBAKSARI KIDUL
Nendyah Roestijawati*, Muhammad Zaenuri Syamsu Hidayat, Lily Kusumasita Burkon, Indah Rahmawati, Agung Saprasetya Dwi Laksana
Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman
*Corresponding Author: nendyah.roestijawati@unsoed.ac.id
ABSTRAK
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Namun, masih banyak masyarakat yang kurang memahami pentingnya pengelolaan hipertensi secara mandiri dan komprehensif. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah minimnya pengetahuan tentang cara mencegah, mendeteksi, dan mengendalikan hipertensi. Banyak individu tidak menyadari faktor risiko yang dapat meningkatkan tekanan darah, tidak memahami cara pengukuran yang benar, dan tidak mengetahui strategi penanganan yang tepat. Salah satu kelompok masyarakat yang berisiko menderita hipertensi adalah petani. Prevelansi hipertensi pada petani lebih tinggi dari masyakarat umum. Hal ini dapat disebabkan paparan pestisida yang digunakan petani. Kandungan bahan kimia dalam pestisida dapat menyebabkan peroksidasi lipid pada dinding pembuluh darah. Hasil penelitian pada petani Desa Tambaksari Kidul didapatkan 48,8% petani menderita hipertensi. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola kesehatan mereka secara mandiri dengan cara memberikan edukasi tentang hipertensi, mengajarkan teknik pengukuran tekanan darah yang akurat, membekali peserta dengan strategi pencegahan dan penanganan hipertensi, dan membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Kegiatan dilaksanakan dengan metode kombinasi ceramah, demonstrasi praktis, dan sesi interaktif. Kegiatan dilakukan pada anggota kelompok tani Desa Tambaksari Kidul sejumlah 20 orang. Kegiatan diawali dengan pembekalan pengetahuan mengenai hipertensi dan faktor risikonya. Pengendalian hipertensi dilakukan melalui pengelolaan stress, pengelolaan diet, senam hipertensi, dan pemberian tensimeter digital yang dapat digunakan untuk skrining dan monitoring tekanan darah pada anggota kelopok tani. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada setiap anggota kelompok setiap bulan, agar dapat dilakukan skrining dan monitoring secara mandiri.
Keywords
hipertensi
pencegahan
petani