OPTIMALISASI PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) DALAM UPAYA PROAKTIF PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI DESA LEDUG, KECAMATAN KEMBARAN
Published in Volume 15 (in press), Number 1
(2026)
Authors
Nialiana Endah Endriastuti
nialiana@unsoed.ac.id
Masita Wulandari Suryoputri
masita.suryoputri@unsoed.ac.id
Sri Nurlaela
sri.nurlaela@unsoed.ac.id
Heny Ekowati
heny.ekowati@unsoed.ac.id
Hanif Nasiatul Baroroh
hanif.baroroh@unsoed.ac.id
Journal Information
| Journal Name | Prosiding Seminar Nasional LPPM UNSOED |
| Initials | semnas-lppm |
| ISSN | 2985-9042 |
| E-ISSN | 2985-9042 |
Issue Information
| Volume | 15 (in press) |
| Number | 1 |
| Year | 2026 |
Article Details
Submitted on: September 29, 2025
Abstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menjadi salah satu penyakit infeksi penyebab kematian terbesar. WHO mencatat bahwa TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian secara global. Infeksi TBC ditularkan melalui udara (airbone spreading) dari droplet pasien terinfeksi. Insiden kejadian TBC meningkat 4,6% antara Tahun 2020-2023 dan Global Report 2024 dari WHO mencatat Indonesia menjadi salah satu dari lima negara dengan masalah TBC terbesar di Asia. Data Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Banyumas menyumbang 3,86% kasus penemuan TBC pada Tahun 2023 di Jawa Tengah. Pengabdian ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan (promotive) pada penyakit tuberkulosis, meningkatkan kepatuhan pasien minum obat (kuratif) untuk meningkatkan efektifitas pengobatan TBC serta mencegah resistensi multi drug resistant TBC (MDR-TB) di Desa Ledug, Kecamatan Kembaran. Metode pengabdian dilaksanakan dengan metode penyuluhan melibatkan kader kesehatan dan keluarga pasien TBC di Desa Ledug, serta kolaborasi dengan tenaga ahli bidang kesehatan untuk memberi upaya PROAKTIF (preventif, promotif, dan kuratif) penanganan TBC melalui Pengawas Minum Obat (PMO) kepada pasien dan keluarga pasien TBC. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis dengan Wilcoxon-test (p-value <0,05). Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu memberi dampak bagi kader kesehatan dan keluarga pasien TBC sebagai agen PMO yang berwawasan.
Keywords
Kata kunci: pengawas minum obat
pengobatan
tuberkulosis