PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN, KALIMANTAN SELATAN
Published in Volume 15 (in press), Number 1
(2026)
Authors
Ika Maulida Nurrahma
ikamaulidan@upnvj.ac.id
Journal Information
| Journal Name | Prosiding Seminar Nasional LPPM UNSOED |
| Initials | semnas-lppm |
| ISSN | 2985-9042 |
| E-ISSN | 2985-9042 |
Issue Information
| Volume | 15 (in press) |
| Number | 1 |
| Year | 2026 |
Article Details
Submitted on: October 15, 2025
Abstract
Indonesia menempati peringkat kedua dengan beban tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia (WHO, 2024). Malnutrisi pada pasien TB berkontribusi terhadap hasil pengobatan yang buruk dan peningkatan resiko mortalitas. Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengimplementasikan program pemberian makanan tambahan (PMT) sejak awal 2024 sebagai terapi tambahan untuk mendukung keberhasilan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh PMT harian terhadap keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Metode penelitian yang digunakan merupakan studi kohort retrospektif dengan menganalisis data 783 pasien TB periode 2023-2024 yang ditarik dari aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Pasien yang diobati pada tahun 2024 memperoleh PMT susu bubuk protein harian melalui Puskesmas, sedangkan pasien tahun 2023 tidak memperoleh PMT. Keberhasilan pengobatan dinilai berdasarkan kriteria program TB nasional. Analisis statistik menggunakan uji chi-square menemukan tidak adanya perbedaan signifikan dalam tingkat keberhasilan pengobatan antara kelompok yang menerima PMT dan kelompok yang tidak menerima PMT (p = 0,714). Temuan ini mengindikasikan bahwa PMT harian tidak secara statistik meningkatkan keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Tidak ditemukan hubungan signifikan antara PMT dengan keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Faktor yang mungkin berpengaruh pada temuan tersebut meliputi kepatuhan konsumsi PMT yang tidak terpantau, kemungkinan distribusi PMT kepada anggota keluarga lain, serta faktor kepatuhan berobat pasien. Strategi pengendalian TB yang efektif memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan dukungan nutrisi dengan pemantauan kepatuhan pengobatan yang lebih ketat serta dukungan sosial. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi strategi implementasi yang lebih efektif dalam program suplementasi nutrisi untuk pasien TB.
Keywords
tuberkulosis
pemberian makanan tambahan
keberhasilan pengobatan