PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS PESANTREN: PENGUATAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI PELATIHAN SANTRIPRENEUR

Published in Volume 15 (in press), Number 1 (2026)

Authors

Nurul Anwar nurul.anwar@unsoed.ac.id
Siti Maghfiroh siti.maghfiroh@unsoed.ac.id
Akhmad Rizqul Karim ricekul@gmail.com
Faishal Permana faishal.permana@unsoed.ac.id

Journal Information

Journal Name Prosiding Seminar Nasional LPPM UNSOED
Initials semnas-lppm
ISSN 2985-9042
E-ISSN 2985-9042

Issue Information

Volume 15 (in press)
Number 1
Year 2026

Article Details

Submitted on: October 15, 2025

Abstract

Pondok pesantren bertransformasi dari sekadar lembaga pendidikan agama menjadi motor penggerak ekonomi yang berkontribusi pada pembangunan komunitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan peran ini, Pondok Pesantren tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter santri, tetapi juga dalam menciptakan dampak positif bagi perekonomian. Pondok Pesantren An Najah telah memiliki potensi, sarana dan prasaran pendukung kegiatan kewirausahaan namun pengelolaannya belum dilakukan secara profesional. Permasalahan yang dialami oleh Ponpes An Najah antara lain: Keterbatasan dukungan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kewirausahaan; rendahnya kemampuan tata laksana administrasi pendukung kewirausahaan, khususnya dalam hal pencatatan keuangan; dan rendahnya pengetahuan mengenai inovasi dan pemasaran produk. Solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan adalah melalui pelatihan kewirausahaan Santri terpadu melalui pendampingan bisnis (Santripreneur). Metode kegiatan menggunakan metode edukasi dan pendampingan yang mencakup Pemberian materi kewirausahaan, Penugasan perancangan proyek, dan konsultasi proyek kewirausahaan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melibatkan 40 peserta yang merupakan santri Pondok Pesantren An Najah Purwokerto. Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan terpadu terdiri dari 7 sesi kegiatan. Sesi pertama Adalah pemaparan materi kewirausahaan oleh Tim Pengabdian. Sesi kedua adalah diskusi dan tanya jawab terkait dengan materi dan problematika kewirausahaan yang dialami oleh peserta. Sesi ketiga berupa diskusi kelompok dan perancangan proyek kewirausahaan oleh kelompok usaha. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan prototype usaha oleh masing-masing kelompok usaha dan pada sesi kelima dilanjutkan dengan pembuatan prototype bisnis oleh masing-masing kelompok usaha. Pada sesi keenam tiap kelompok usaha mempresentasikan calon usaha dan prototype bisnis yang telah dirancang dan disusun sebelumnya. Adapun sesi ketujuh Adalah sesi pendampingan kelompok usaha berupa evaluasi dan konsultasi bisnis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan terpadu ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam bidang kewirausahaan, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis pesantren.

Keywords

Kewirausahaan Pesantren Santri Santripreneur