Revitalisasi Rumah Baca TPQ Taman Pesona Teluk Guna Membangun Generasi Cinta Literasi Sejak Dini
Published in Volume 15 (in press), Number 1
(2026)
Authors
Nia Ulfa Martha
nia.martha@unsoed.ac.id
Dyah Wijayawati
dyah.wijayawati@unsoed.ac.id
Novita Pri Andini
novita.andini@unsoed.ac.id
Mohamad Imam Subuhi
mohamad.imam.subuhi@unsoed.ac.id
Eko Kurniawan
eko.kurniawan@unsoed.ac.id
Journal Information
| Journal Name | Prosiding Seminar Nasional LPPM UNSOED |
| Initials | semnas-lppm |
| ISSN | 2985-9042 |
| E-ISSN | 2985-9042 |
Issue Information
| Volume | 15 (in press) |
| Number | 1 |
| Year | 2026 |
Article Details
Submitted on: September 21, 2025
Abstract
Literasi merupakan fondasi yang penting bagi pembangunan sebuah negara. Kemampuan literasi yang kuat dibutuhkan dalam membentuk generasi yang kritis, inovatif, dan adaptif di tengah arus informasi yang masif. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam menumbuhkan budaya membaca. Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) adalah salah satu lembaga pendidikan non-formal yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan intelektual anak-anak sejak dini. Selain mengajarkan nilai-nilai agama, TPQ memiliki potensi besar untuk menjadi pusat literasi komunitas. Namun, banyak TPQ seringkali menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana. Tidak terkecuali rumah baca TPQ Taman Pesona Teluk, terdapat beberapa permasalahan yaitu buku-buku yang dulunya disediakan oleh tim pengabdi tidak ada. Santri membawa pulang dan tidak mengembalikan buku. Minimnya koleksi buku yang ada di Rumah Baca TPQ Taman Pesona Teluk membuat rumah baca kurang menarik dan tidak mampu memenuhi kebutuhan literasi anak-anak secara memadai. Manajemen yang kurang baik seperti tidak ada aturan tentang tata cara peminjaman buku. Tempat penyimpanan buku beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan perangkat alat shalat. Akibatnya, kondisi pembelajaran di TPQ Taman Pesona Teluk kembali menjadi tidak kondusif. Metode yang digunakan untuk pengabdian ini adalah pelatihan dan penyuluhan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas pengelola, kesadaran literasi santri, dan penerapan sistem manajemen yang lebih baik. Setelah revitalisasi terjadi peningkatan minat baca santri sebesar 19 orang. Pengembalian buku tepat waktu oleh santri juga meningkat sebesar 22 orang. Hal ini menunjukkan pengelola kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara mengelola rumah baca yang efektif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya tentang perbaikan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Keywords
revitalisasi
rumah baca
literasi